NeoBux

Monday, October 8, 2012

Umi Maaf...

Aku tahu umi, kau menginginkan anak-anakmu menjadi yang kau harapkan. Kau ingin anak-anakmu mencapai level yang membuatmu senang, itu suntikan bagiku umi, membuatku bersemangat untuk mencapai level itu. Aku yakin bisa. Dulu aku pernah membencimu karena apa yang kau jelaskan tidak bermaksud dipikiranku, tapi kata yang kau ucap disetiap waktu itu mengandung sejuta makna bagiku.Aku malu jika bertemu denganmu, aku malu tidak bisa menjadi yang kau harapkan, aku malu akan janji palsuku yang tidak bisa aku tepati. Aku hanya seorang tanpa makna dan usaha, yang kulakukan hanya berbicara tanpa tujuan dan tindakan. Saat kau menepuk pundakku, terbesit rasa kecewa dalam hatiku, ingin rasanya aku menangis dipelukkanmu dan berkata “maaf belum bisa menjadi apa yang kau harapkan”, dan tanpa berkata apapun dirimu sudah mengetahui dari mimik mukaku, yang menyimpan sejuta rasa kecewa. Dari cahaya mata yang tulusmu, kau sudah ikhlas menerimanya, tapi aku belum lega umi..,aku ingin membuatmu tersenyum, aku ingin menunjukkan kalau aku ini bisa, Aku akan berjuang umi...
Post a Comment
Terima Kasih Sudah Mau Mampir Di Rumah Maya Ini & Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Anda
Back to Top