NeoBux

Sunday, December 2, 2012

Berbicara Pada Dinding Kamar


Saya seringkali merasa sendirian dalam keseharian.Senang menjalani semuanya, ada saatnya ingin bercerita tetapi pada siapa dan membiarkan saja menanggung berbagai beban pikiran sendiri. Mungkin sadar, bisa jadi tidak sadar.Seolah olah hidup sendiri di dunia ini.

Tentu anda tidak seperti saya. Mungkin juga anda menjadi seorang yang selalu mengajak orang lain untuk bercerita. Tetapi, siapakah teman yang anggap layak untuk bercerita. Ketika orang terdekatpun dianggap kurang bisa mengisi keluh kesah yang ada di diri anda.

Hari ini, saya sebenarnya cukup tergoda, ternyata ada teman yang seperti saya. Mendadak bercerita tentang harinya, dan waktu yang begitu sempat. Canggung untuk bercerita, tetapi ingin meluapkan segalanya. Jadilah ocehan tanpa sengaja terlontar begitu saja. Kalau saya sendiri merasa tidak semua orang layak menjadi teman bercerita. Stop, semua orang memiliki beban tersendiri. Lalu, apa harus jadi diri yang tertutup. Berpura-pura bahagia, meski dirinya sendiri terombang-ambing mencari cara untuk meluapkan rasa.

Duduk sendiri dipojok ruang, menatap computer dan menatap dinding kosong. Lalu berbicara pada dinding kamar. Sudahlah mungkin esok hari. Ada orang yang datang untuk menawarkan dirinya menjadi tempat berkeluh kesah….

Sangat sempit memang, tapi bagiku kamar ini sudah cukup luas, apalagi bila ada Seseorang. Kami bisa membuat kamar sempit ini seluas lapangan sepak bola. Luas sempit itu tergantung pada perasaan. Ada orang tinggal di rumah besar dan mewah, namun merasa kesempitan karena tak punya teman. Sebaliknya, seorang gelandangan tinggal di gubuk kecil serasa hidup di surga karena banyak teman. Jadi seperti apapun rumahmu kita masih bersyukur dapat bisa tidur didalamnnya....
Post a Comment
Terima Kasih Sudah Mau Mampir Di Rumah Maya Ini & Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Anda
Back to Top